M1NEWS, Kota Malang – MIN 1 Kota Malang ditetapkan sebagai pilot project implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) oleh Kanwil Kemenag Jawa Timur. Sebagai bentuk kesiapan, madrasah ini mulai menyusun dokumen implementasi KBC melalui kegiatan diseminasi yang digelar di Serambi Masjid Abdul Jalil MIN 1 Kota Malang, Senin (15/12/2025).
Kegiatan tersebut menghadirkan Pengawas Madrasah dari Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Ngatini Kustyaningrum, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam pengantarnya, Ngatini menjelaskan landasan kebijakan terbaru terkait kurikulum madrasah.
“Per tanggal 10 November 2025 telah terbit KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Madrasah terbaru sebagai penyempurnaan dari KMA 450 Tahun 2024. Regulasi ini menekankan pada Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC),” ujar Ngatini.

Ia menegaskan bahwa implementasi KBC tidak berdiri sendiri, melainkan harus terintegrasi dalam seluruh aktivitas pendidikan madrasah, mulai dari intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, hingga membentuk iklim dan budaya madrasah.
Selain itu, KBC juga diarahkan untuk mendukung pencapaian 8 Profil Lulusan (Profil Pelajar Pancasila), yakni keimanan dan ketakwaan, kewargaan (kebinekaan global), penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan fisik dan mental, serta kemampuan komunikasi. Profil ini dirancang untuk membentuk karakter dan kompetensi peserta didik secara holistik.
Pada kesempatan tersebut, Ngatini juga menyinggung pentingnya penguatan panca cinta dalam proses pembelajaran. Menurutnya, guru perlu merancang pembelajaran secara lebih mendalam dan bermakna agar nilai-nilai cinta benar-benar terinternalisasi dalam diri peserta didik.
Usai sesi pemaparan, para guru MIN 1 Kota Malang dibagi ke dalam empat kelompok kerja untuk menyusun dokumen implementasi KBC. Kelompok tersebut meliputi Intrakurikuler, Kokurikuler, Ekstrakurikuler, serta Iklim dan Budaya Berbahasa Madrasah.
Melalui diskusi kelompok kecil, para guru bekerja secara kolektif merumuskan langkah-langkah implementatif yang akan diterapkan kepada peserta didik. Tidak hanya guru, keterlibatan tenaga kependidikan (tendik) juga direncanakan, khususnya dalam mendukung pembentukan iklim dan budaya berbahasa di lingkungan madrasah.
Kegiatan penyusunan dokumen implementasi Kurikulum Berbasis Cinta ini direncanakan akan berlangsung hingga pekan depan sebagai bagian dari komitmen MIN 1 Kota Malang dalam menyukseskan kebijakan kurikulum madrasah yang berorientasi pada penguatan karakter dan nilai kemanusiaan.











