MIN 1 Kota Malang Sukses Gelar Olimpaba Jatim Secara Daring Berbasis CBT

Facebook
LinkedIn
WhatsApp
X

Kota Malang, M1NEWS – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang, Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 25 siswa terpilih mengikuti Olimpiade Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab (Olimpaba) tingkat Jawa Timur yang digelar secara daring berbasis Computer Based Test (CBT).

Ajang bergengsi ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mengukur pendalaman materi keagamaan yang telah mereka pelajari di madrasah. Kompetisi meliputi lima mata pelajaran utama, yaitu Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta Bahasa Arab.

Pada mata pelajaran Akidah Akhlak, peserta diuji terkait pemahaman keyakinan kepada Allah SWT serta penerapan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Al-Qur’an Hadis mengukur kemampuan peserta dalam memahami, membaca, dan mengamalkan kandungan ayat Al-Qur’an dan hadis.

Adapun Fikih berfokus pada pemahaman hukum-hukum Islam serta penerapannya dalam ibadah dan muamalah. Pada mata pelajaran SKI, peserta diuji mengenai sejarah perkembangan Islam serta keteladanan tokoh-tokoh Islam. Sedangkan Bahasa Arab menitikberatkan pada kemampuan membaca, menulis, memahami, dan berkomunikasi dalam bahasa Arab.

Kegiatan diawali dengan sesi persiapan dan pengarahan pada pukul 09.00 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti instruksi dari panitia guna memastikan kelancaran teknis pelaksanaan. Tepat pukul 10.00 WIB, kompetisi dimulai secara serentak.

Selama 90 menit, para peserta berkonsentrasi penuh mengerjakan soal-soal yang menuntut pemahaman mendalam terhadap materi agama dan bahasa. Kompetisi pun berakhir dengan tertib pada pukul 11.30 WIB.

Keikutsertaan siswa dalam ajang ini tidak lepas dari persiapan matang melalui pembimbingan intensif oleh guru mata pelajaran masing-masing. Pembinaan tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi soal-soal olimpiade yang menantang.

Salah satu guru pembimbing menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak semata-mata berorientasi pada prestasi.

“Kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berwawasan sejarah,” ujarnya.

Scroll to Top