Print This Post Print This Post

Bundaku Guruku Anakku Muridku

1077

“Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Cara mudah menemukan apa bakat dan talentamu adalah orang tua. Temukan apa yang mereka wariskan padamu.” – Harry Slyman

Judul Buku      : Bundaku Guruku Anakku Muridku

Pengarang       : Dzaky Fadil Alkhalifi, Tazkia Nur Dzakiyyah, Vania Azkadina Putri Satriya, dkk

Editor              : Okta Wijayanti, M.Pd

Penebit             : Ismaya Publishing

Tahun terbit    : 2021

No. ISBN        : 978-602-0761-98-5

Banyak halaman:130 halaman

Sinopsis:

Tahun Pelajaran 2020/2021 merupakan masa pembelajaran yang spesial. Mengapa spesial? Karena di tahun pelajaran inilah kami melakukan pembelajaran secara daring. Hanya 2 pekan di penghujung bulan Ramadhan dan 1 pekan di bulan Syawal kami bersua dalam Pertemuan Tatap Muka (PTM) Terbatas di madrasah tercinta. Berjumpa dan belajar bersama di kelas dengan keadaan yang serba terbatas. Terbatas waktu, karena hanya 3 jam. Terbatas teman, karena terpisah antara teman dengan presensi ganjil dan genap. Tetapi pertemuan itu mengobati rasa rindu setelah sekian lama tidak bersama.

Ada pengalaman bagaimana tiba-tiba orang tua harus menjadi guru, menjelaskan materi pelajaran yang belum dimengerti putra putrinya. Cerita anak-anak bagaimana mereka menerima penjelasan materi dari orang tuanya. Seru, menggelitik, dan mengundang senyum. Penasaran dengan cerita yang lain? Silahkan disimak keseruan pengalaman dalam buku ini.

Latar belakang

Buku “Bundaku Guruku, Anakku Muridku” merupakan kumpulan goresan pengalaman siswa dan ayah bunda Kelas 3G MIN 1 Kota Malang Tahun Pelajaran 2020/2021 selama masa pembelajaran dari rumah. Ada pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, bahkan menggelitik. Goresan dalam buku ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami untuk belajar lebih memahami dan menghargai pengalaman. Sesederhana apapun pengalaman, pasti ada hikmah yang dapat dijadikan pelajaran dalam kehidupan.

Keberadaan buku ini semoga dapat menjadi motivasi dan pemicu semangat untuk menghasilkan karya-karya berikutnya. Langkah awal menggoreskan pena kadang terasa begitu berat dan sulit, tetapi jika kita mampu melakukannya InshaAllah langkah berikutnya akan bisa dilalui.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PPDB
Need Help? Chat with us