Print This Post Print This Post

MIN 1 Kota Malang Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 dengan Khidmat

80

M1News – Upacara Hari Kebangkitan Nasional yang ke-116 di MIN 1 Kota Malang pada 20 Mei 2024 menjadi momen yang tak terlupakan bagi siswa kelas 6. Selain memperingati hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, upacara ini juga menjadi upacara terakhir yang mereka ikuti sebelum melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

Pembina upacara, M. Dwi Cahyono, M.Pd.I menyampaikan dalam pidatonya yang menggugah semangat jiwa nasionalisme. “Tanggal 20 Mei menjadi momen yang tidak biasa bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal inilah tumbuh semangat juang bangsa kita untuk menjadi bangsa yang mandiri,” ungkap Dwi Cahyono.

Suasana  khidmat terlihat jelas di wajah para siswa kelas 6. Bagi mereka, upacara ini bukan hanya tentang memperingati Hari Kebangkitan Nasional, tetapi juga monumen untuk mengenang perjalanan panjang mereka di MIN 1 Kota Malang. Banyak di antara mereka yang tidak dapat menahan air mata, mengenang suka duka selama enam tahun menimba ilmu di sekolah ini.

Dwi Cahyono juga memberikan pesan khusus kepada para siswa yang akan segera lulus. “Tugas kalian sebagai pelajar adalah belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun, agar menjadi generasi penerus kebanggaan Indonesia,” katanya, memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus berprestasi di jenjang pendidikan selanjutnya.

Upacara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan dan semangat kebangkitan nasional. “Semangat nasionalisme dan kebangkitan ini memungkinkan kita menikmati pendidikan yang lebih layak hingga saat ini. Apa yang kita rasakan sekarang adalah hasil dari perjuangan mereka,” tambah Dwi Cahyono.

Sebagai bagian dari upacara, para siswa juga diingatkan akan sejarah penting yang melatarbelakangi Kebangkitan Nasional. “Kebangkitan Nasional Indonesia adalah periode pada paruh pertama abad ke-20 di Nusantara, ketika rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai ‘orang Indonesia’. Masa ini ditandai dengan dua peristiwa penting, yaitu berdirinya Budi Utomo dan ikrar Sumpah Pemuda,” jelasnya.

Upacara berakhir dengan suasana khidmat dan haru, menjadi momen yang tak terlupakan bagi siswa kelas 6. Mereka menutup babak penting dalam hidup mereka dengan semangat nasionalisme yang tinggi, siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PPDB
Need Help? Chat with us