Kota Malang, M1NEWS – Suasana khidmat sekaligus penuh semangat menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang pada hari ini, Sabtu (11/4/2026). Sebanyak 25 siswa terpilih berpartisipasi dalam gelaran bergengsi Olimpiade Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab (Olimpaba) tingkat Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk mengukur sejauh mana pendalaman materi keagamaan yang telah mereka pelajari selama di kelas. Kompetisi hari ini menitikberatkan pada lima mata pelajaran (Mapel) krusial yang menjadi fondasi pendidikan di Madrasah, yaitu:
- Akidah Akhlak Menguji pemahaman peserta didik tentang keyakinan kepada Allah SWT serta penerapan akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
- Al-Qur’an Hadis Mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami, membaca, dan mengamalkan kandungan ayat Al-Qur’an serta hadis dalam kehidupan sehari-hari.
- Fikih Menguji pemahaman peserta didik tentang hukum-hukum Islam serta penerapannya dalam ibadah dan muamalah sehari-hari.
- SKI Menguji pemahaman peserta didik tentang sejarah perkembangan Islam serta keteladanan tokoh-tokoh Islam dalam kehidupan.
- Bahasa Arab Menekankan kemampuan membaca, menulis, memahami, dan berkomunikasi dalam bahasa Arab.
Kegiatan dimulai dengan sesi persiapan serta pengarahan pada pukul 09.00 WIB. Para peserta tampak antusias mengikuti instruksi dari panitia lokal guna memastikan teknis pengerjaan soal berjalan lancar. Tepat pada pukul 10.00 WIB, kompetisi resmi dimulai secara serentak. Selama 90 menit, ke-25 peserta berkonsentrasi penuh menyelesaikan soal-soal yang menguji pemahaman mendalam mereka terhadap agama dan bahasa. Kompetisi berakhir dengan tertib pada pukul 11.30 WIB
Persiapan matang yang telah dilakukan melalui pembimbingan intensif oleh guru mata pelajaran masing-masing menjadi modal utama mereka dalam menghadapi soal-soal olimpiade yang menantang.
“Kegiatan ini bukan sekadar mengejar juara, melainkan upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan berwawasan sejarah,” ujar salah satu guru pembibing di lokasi.












