Malang, M1NEWS – Semangat juang tak pernah padam. Di tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H, Tim Basket MIN 1 Kota Malang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 dalam ajang Wesley Cup Tournament Friendship yang digelar oleh Wesley International School, Tidar, Malang.
Turnamen tahunan yang dikenal juga sebagai Wesley School Friendship Basketball Cup ini bertujuan mempererat persahabatan antar sekolah, baik internasional maupun sekolah lokal di Kota Malang, sekaligus membentuk karakter sportivitas dan ketangguhan siswa.
Dua Hari Bertanding dalam Kondisi Puasa
Turnamen Segi Enam tersebut dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026 (babak penyisihan) dan Sabtu, 28 Februari 2026 (babak final). Di tengah kondisi berpuasa, para pemain MIN 1 Kota Malang harus melakoni dua pertandingan berturut-turut tanpa jeda istirahat yang panjang.
Ketika tim lawan dapat dengan leluasa makan dan minum untuk menjaga stamina, anak-anak MIN 1 hanya bisa memperbanyak istighfar, saling menyemangati, dan terus berlari mengejar poin. Adzan maghrib baru berkumandang di menit-menit akhir pertandingan sore hari, barulah mereka bisa membasahi tenggorokan dengan seteguk air.
Salah satu wali murid menyampaikan pesan haru kepada Kepala MIN 1 Kota Malang:
“Alhamdulillah hari ini Team Basketball MIN 1 Kota Malang telah berhasil menjadi Juara 1. Ketika lawan yang lain bisa makan minum, anak-anak cuma bisa istighfar dan harus tetap lari terus untuk cetak poin sebanyak-banyaknya. Adzan maghrib di menit ke-79 baru anak-anak bisa minum, Bu.
Alhamdulillah anak-anak hebat kita, tetap berprestasi di Bulan Ramadhan. Satu prestasi juara 1, satu lagi yang lebih prestasi karena tetap berpuasa. Terima kasih Bapak/Ibu Guru.”
Perjalanan Menuju Juara
Di bawah bimbingan Coach Mande Gani dan Kurniawan Budi Prasetyo, tim basket MIN 1 Kota Malang yang terdiri dari siswa kelas 3 hingga kelas 6 tampil penuh percaya diri. Mereka adalah:

Andrea Adhyastha Pradipta (4F); Muhammad Javier Zulfan Ahtar (4D); Bhaskara Kalani Radityo (4A); Danendra Kalani Radityo (4A); Muhammad Endro Gini (6B); Ommar Athallah Irtiyantoko (5D); Ramadanish Danial Wijaya (3B); Ksatria Biru Langit (3C); Keinan Alauna Chashma (6A); Aufar Fahri Yusuf (6F); Aldrin Ramadhan Putra (3I); Awra Chairanisa Aji (4F); Kenzie Putra Persada (6F); Daffa Fitria Ramadhan (6B); dan Aro Bramantyo Shodiqi (4A).
Elok Lailatul Masudah, S.Pd., selaku Koordinator Unit Lomba MIN 1 Kota Malang menuturkan, ketika mendapat informasi adanya turnamen friendly game segi enam dari Wesley International School, coach langsung menawarkan kepada para siswa.
“Coach berkali-kali memastikan kesiapan anak-anak karena turnamen berlangsung di bulan Ramadan dan harus bermain dua kali pertandingan sekaligus tanpa jeda istirahat panjang. Namun anak-anak menyambut dengan sangat antusias,” ujarnya.
Setelah mendapatkan kesepakatan dari wali murid, para siswa menjalani latihan hampir setiap hari sepulang sekolah dalam kondisi tetap berpuasa.
Hasil Pertandingan
Turnamen dibagi menjadi dua grup:
Grup A
- Wesley School
- SD Corjesu
- MIN 1 Kota Malang
Grup B
- SD Kosayu 3
- SD Santa Maria 2
- SD Pelita Kasih
MIN 1 Kota Malang menjadi satu-satunya madrasah yang berlaga di antara sekolah-sekolah swasta, Kristen, dan internasional.
Pada babak penyisihan, Jumat (27/2/2026):
- Pukul 16.00–17.00: MIN 1 vs Wesley School (27–04)
- Pukul 17.00–18.00: MIN 1 vs SD Corjesu (46–11)
Dengan hasil tersebut, MIN 1 keluar sebagai Juara Grup A dan melaju ke babak final. Babak final dilaksanakan Sabtu (28/2/2026) pukul 10.00–11.00, mempertemukan MIN 1 melawan juara Grup B, SD Kosayu 3. Pertandingan berlangsung sengit dengan saling kejar poin hingga peluit akhir dibunyikan. Skor akhir 20–18 memastikan kemenangan bagi MIN 1 Kota Malang.
Prestasi di Atas Prestasi
Dua hari bertanding dalam keadaan berpuasa tidak menyurutkan semangat juang para siswa. Kemenangan ini bukan hanya tentang trofi juara, tetapi juga tentang ketangguhan mental, kekuatan spiritual, dan karakter pantang menyerah yang tertanam kuat dalam diri siswa MIN 1 Kota Malang.
Satu gelar juara berhasil diraih. Namun lebih dari itu, mereka juga menorehkan prestasi yang lebih besar: tetap menjaga ibadah puasa di tengah kerasnya kompetisi.
Inilah wajah generasi madrasah: berprestasi, berkarakter, dan berakhlak mulia.





