KOTA MALANG, M1NEWS — MIN 1 Kota Malang terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun iklim budaya berbahasa asing di lingkungan madrasah. Salah satu upaya konkret tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Iklim Bahasa Inggris, sebuah program penguatan penggunaan Bahasa Inggris yang melibatkan seluruh unsur layanan di madrasah di Serambi Masjid Abdul Jalil pada Selasa (17/12/2025).
Kegiatan ini menjadi lanjutan dari rangkaian agenda sehari sebelumnya, yakni perumusan dan pematangan dokumen Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta MIN 1 Kota Malang. Melalui kegiatan ini, madrasah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menyusun dokumen kurikulum, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai kurikulum dalam praktik keseharian.
MIN 1 Kota Malang memandang penting terciptanya iklim berbahasa Inggris sebagai bagian dari budaya madrasah. Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya ditujukan kepada guru, tetapi juga seluruh tenaga kependidikan dan layanan, mulai dari petugas PTSP, satpam, office boy (OB), hingga tenaga komite madrasah.

Untuk mendukung program tersebut, MIN 1 Kota Malang bekerja sama dengan Lembaga Gang Keminggris Blitar. Workshop dipandu langsung oleh tutor dari lembaga tersebut, Agung, yang memberikan penguatan percakapan Bahasa Inggris praktis sesuai dengan bidang layanan masing-masing peserta.
Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa program ini sejalan dengan visi madrasah yang berwawasan global.
“Sesuai dengan visi madrasah kita, salah satunya adalah berwawasan global. Sebagai pendidik dan tenaga kependidikan, kita memiliki amanah besar untuk mengantarkan putra-putri kita menuju level internasional,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan berbahasa Inggris sejatinya telah dimiliki oleh banyak warga madrasah, namun kerap terhambat rasa malu untuk memulai.
“Keminggrisan itu tidak apa-apa. Saya percaya sebenarnya di memori kita sudah banyak tersimpan percakapan Bahasa Inggris. Hanya saja belum diawali karena rasa malu. Maka dari itu, biar kita tidak sendirian, kita mulai bersama-sama seluruh warga madrasah, dari semua layanan dan unsur, tidak hanya bapak ibu guru,” lanjutnya.
Lebih jauh, Siti Aisah menjelaskan bahwa penguatan iklim bahasa ini merupakan salah satu aspek penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Iklim berbahasa diintegrasikan secara utuh dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga budaya keseharian di lingkungan madrasah.
Melalui Sehari Keminggris, MIN 1 Kota Malang berharap budaya berbahasa Inggris tidak sekadar menjadi program temporer, melainkan tumbuh sebagai kebiasaan yang hidup, ramah, dan menyenangkan bagi seluruh warga madrasah.










